Selamat Datang Di Blog Yang Penuh Inspiratif....

Welcome to My Blog

Tampilkan postingan dengan label ENTREPRENEURSHIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ENTREPRENEURSHIP. Tampilkan semua postingan
Posted by Bowo - - 0 komentar

KEPEMIMPINAN adalah suatu sifat dalam mengendalikan dan mempengaruhi orang lain serta mengaturnya menjadi satu kesatuan. Sifat ini tidak banyak dimiliki orang, biasanya dimiliki orang–orang yang berlatar belakang koleris. Namun, kepemimpinan tidak mutlak milik pribadi koleris. Sebenarnya tiap orang memiliki karakter sendiri-sendiri dalam memimpin. Namun, ada beberapa hal umum yang biasa dimiliki oleh seorang pemimpin.

Seorang pemimpin tidak harus bisa melakukan banyak hal, namun dia haruslah ahli di bidang yang ditekuninya. Dia juga harus mengetahui informasi–informasi terbaru untuk menambah pengetahuan umumnya.

Seorang pemimpin diusahakan berlatih memusatkan kemampuan yang dimilikinya sehingga bisa fokus dalam bergerak. Pemimpin harus juga bisa memproyeksikan kemampuannya ke masa depan sehingga bisa mengetahui apa yang akan terjadi ke depannya.

Seorang pemimpin idealnya bisa melakukan banyak hal.
Pemimpin juga harus berani mengakui ketidakmampuannya dalam bidang tertentu. Ini merupakan refleksi dari sifat kebijaksanaan seorang pemimpin. Setelah itu, barulah si pemimpin memperbaiki dari kekurangan–kekurangan ia miliki untuk menjadi pemimpin dan pribadi yang lebih baik. 

Seorang pemimpin adalah orang biasa. Jadi wajarlah jika dia melakukan kesalahan. Akan aneh jika seorang pemimpin selalu benar, karena dia bukanlah seorang malaikat.

Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengatur sesuatu juga bukan berarti tidak melalui proses kegagalan. Sebab, kegagalan adalah satu langkah untuk menuju keberhasilan.

Ada pepatah China yang mengatakan bahwa "No one who can rise before dawn three hundred sixty days a year fails to make his family rich". Pepatah ini bermakna, suatu usaha terus menerus perlu dilakukan untuk mencapai keberhasilan, dan semua itu melalui beberapa proses kegagalan.
Fuad Mushthafa Burhanuddin  - Institut Pertanian Bogor
[ Read More ]

Posted by Bowo - - 0 komentar

Apakah setiap pengusaha yang sukses pernah mengalami kegagalan? Sebuah pertanyaan sederhana dilontarkan salah seorang juri nasional Wirausaha Mandiri kepada R Agung Nugroho Susanto (25), pemilik bisnis Simply Fresh Laundry  saat proses penjurian Wirausaha Mandiri Tingkat Nasional di Hotel Sultan, Jakarta pada akhir tahun 2009.

Dihadapan para juri, dengan jelas, alumnus Universitas Gadjah Mada ini mengiyakan. Bahkan Agung menambahkan, jika ingin sukses  berbisnis,seorang pewirausaha harus mengenyam pengalaman kegagalan terlebih dahulu.
Pengalaman kegagalan dalam menjalankan bisnis, menurut Agung, adalah ongkos belajar yang sangat penting bagi pembelajaran bisnis berikutnya.
Perjalanan Agung untuk memulai bisnis sejak masih mahasiswa telah membuktikannya. Setidaknya, sejak mahasiswa tingkat pertama, Agung yang kelahiran Lampung dan sejak sekolah menengah tingkat pertama sudah merantau ke Yogyakarta ini,telah mencoba memulai berbagai usaha, mulai dari usaha distro,- hingga membuka gerai jual beli handphone. Namun dua usaha yang sudah dijalani ini tidak berkembang seperti yang diharapkan. Persaingan yang ketat,- dan juga menjamurnya bisnis serupa membuat Agung  kelelahan mengelola usahanya.
Tahun 2006 saat bisnis laundry kiloan menjamur di Yogyakarta, Agung mencoba bisnis laundry kiloan, Simply Fresh Laundry. Dipilihnya bisnis laundry kiloan, karena bisnis jasa ini relatif mudah mengelolanya, tidak memerlukan modal yang besar, dan memiliki pangsa pasar yang besar.  Tenaga kerja yang diperlukan juga tidak perlu pendidikan yang tinggi.
Saat itu, sudah jamak jika di Yogyakarta para mahasiswa, bahkan masyarakat umum  lebih memilih mencuci pakaiannya di laundry kiloan daripada mencuci sendiri. Perubahan gaya hidup masyarakat yang memilih mendatangi laundry kiloan daripada mencuci pakaian sendiri adalah sebuah prospek bisnis yang sangat menjanjikan. Belum lagi pasar yang lain, seperti rumah sakit, hotel, spa, restoran, hingga pemilik club olah raga, dan lainnya.

Bisnis dari Modal Kecil 
Berapa modal yang diperlukan untuk mendirikan bisnis ini? Tidak banyak, untuk membuat usaha laundry kiloan,  Agung hanya memerlukan 1 mesin cuci, 1 mesin pengering, dan sewa tempat usaha di lokasi yang strategis.
Modal yang diperlukan saat itu kira-kira mencapai Rp30jutaan. Modal ini ia peroleh dari pinjaman kredit dengan menggadaikan BPKB motor miliknya,sebagian pinjaman dari orangtua, pinjam ke teman, dan sebagian dari sisa modal usaha sebelumnya.
Dengan tekad yang kuat Agung mengelola usaha laundry ini. Dan seperti yang diproyeksikan sebelumnya bahwa gerai jasa laundry miliknya ini diminati banyak pelanggan, sehingga dalam waktu hanya satu bulan saja, outlet Simply fresh Laundry miliknya merupakan outlet laundry kiloan paling ramai di Yogyakarta, meskipun di jalan yang sama terdapat 5 gerai laundry kiloan dengan merek berbeda.    
Salah satu kunci untuk memperoleh pelanggan banyak, lanjut Agung adalah dengan selalu melakukan inovasi-inovasi dalam mengembangkan usahanya, diantaranya gerai laundry nya hanya menggunakan  deterjen ramah lingkungan (limbah deterjen yang dapat menyuburkan tanaman), menggunakan teknologi ultra violet (air yang digunakan bebas bakteri), memberikan garansi produk, menggunakan alat pengepak press plastik, memberikan pelayanan delivery service kepada pelanggan serta memiliki jaringan keagenan yang merata di lingkungan pelanggan.
Bahkan di beberapa tempat tertentu gerainya juga menempatkan pelayanan ‘drive thru’ dan buka 24 jam. Selain itu, Simply Fresh Laundry juga memberikan pelayanan cuci kilat hanya 4 jam sudah jadi, mencuci berdasarkan washing care label tips, membuat membership khusus, komputerisasi dengan sofware khusus, menggunakan barcode scanner, packaging ekslusif dan,   pelayanan yang ramah. Selain itu, ia juga menyediakan tujuh pilihan aroma pewangi pakaian sehingga konsumen dapat memilih jenis pewangi yang diinginkan. Bahkan harganyapun sangat bersaing, hanya Rp2500/kg.   
Langkah pemasaran dengan menggandeng media, menjadi sponsor event, menciptakan personal branding dengan wawancara di berbagai media cetak maupun elektronik, menyebar brosur di sasaran tertentu, memasang balon udara di atas outlet hingga memberikan hadiah dan bonus, voucher bagi pelanggan loyal, serta mengembangkan sistem keagenan dengan menggandeng minimarket, warnet, gerai handphone dengan sistem bagi hasil merupakan strategi pemasaran yang membuat Simply Fresh Laundry terus berkembang hingga kini. 

Pertaruhan Untuk Menjadi Wirausahawan
Usai lulus kuliah dari Fakultas Hukum UGM tahun 2007, Agung menghadapi sebuah dilema. Sisi lain ia ingin menjadi pebisnis, tetapi kedua orangtuanya menginginkan ia menjadi karyawan disebuah instansi bonafid.
“Orangtua saya melarang saya melanjutkan bisnis laundry kiloan, padahal saya sudah memiliki 3 gerai laundry dan sedang ramai-ramainya,” ujar Agung yang ayahnya berprofesi sebagai pengacara hukum, sedangkan kakak laki-lakinya berprofesi sebagai jaksa, dan kakak perempuannya adalah seorang dokter.
Hanya karena ingin menyenangkan kedua orangtuanya, Agung mencoba mengikuti tes penerimaan pegawai Bank Indonesia di Yogyakarta yang disarankan ayahnya. Ia lulus berbagai tes tertulis dan wawancara, dengan menyisihkan 8000 kandidat calon lainnya. Ketika itu, hanya tinggal satu langkah untuk menjadi pegawai Bank Indonesia yang banyak diidam-idamkan oleh lulusan baru, yaitu wawancara di Jakarta.
Di tengah kegalauan untuk meneruskan usahanya, Agung meyakinkan kedua orangtuanya bahwa ia ingin menjadi pewirausaha. Ia memohon tidak melanjutkan mengikuti tes tahap wawancara ke Jakarta untuk masuk menjadi pegawai Bank Indonesia, karena ingin melanjutkan usahanya, dan mohon diberi waktu satu tahun untuk membuktikan usaha yang dirintisnya.
“Saat itu saya berjanji, jika dalam waktu satu tahun tidak berhasil, saya siap bekerja dimanapun,” cetusnya .

Mengembangkan Bisnis
 Perjalanan baru telah ia putuskan. Setelah melihat gerai laundry kiloannya tumbuh dan berkembang, Agung memutuskan untuk meminjam modal dari bank untuk mengembangkan usahanya.  Modal ini digunakan untuk menciptakan sistem dan meningkatkan performa usahanya.
 Di saat yang sama, ketika usahanya telah memiliki sistem yang kuat, Agung mengembangkan dan membiakkan Simply Fresh Laundry dengan cara waralaba. Akhir tahun 2007, gerainya sudah mencapai 18 outlet dengan 87 agen, tahun 2008 gerainya meningkat menjadi 42 outlet dengan 125 agen, dan akhir tahun 2009 outletnya telah mencapai lebih dari 110 outlet dengan 203 agen yang tersebar di kota-kota Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua,  dengan omzet mencapai Rp3 miliar per bulan.
Dihadapan dewan juri Wirausaha Mandiri di Jakarta, Agung memaparkan prospek bisnisnya yang akan merambah ke berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Australia dan bahkan ke Timur Tengah.
Proyeksi outlet, yang dikembangkan melalui sistem waralaba juga tak tanggung-tanggung, mencapai 285 outlet pada tahun 2010, meningkat menjadi 525 outlet di tahun 2011, dan mencapai 850 outlet di tahun 2012, dan diharapkan pada tahun 2013 outlet Simply Fresh Laundry telah memiliki 1200 outlet, dengan kebutuhan sumber daya manusia mencapai ribuan lapangan kerja.
Langkah yang dilakukan untuk mencapai proyeksi tersebut dilakukan dengan menciptakan inovasi mesin cuci sendiri yang mampu menyelesaikan pekerjaan cuci hanya dalam waktu 10 menit saja.
Selain itu, inovasi mesin cuci yang akan dibuat sendiri nantinya mampu menekan biaya franchise sehingga semakin banyak orang yang tertarik membuka bisnis laundry kiloan dalam  jaringan bisnis waralaba Simply Fresh Laundry dibawah bendera perusahaan PT.Sushantco Indonesia.
“Saya memiliki misi menjadikan produk Indonesia bisa merambah ke pasar dunia seperti layaknya jaringan waralaba Starbucks ataupun Mc Donalds,” cetusnya.
[ Read More ]

Posted by Bowo - - 0 komentar

Dengan menyandang gelar Sarjana Teknik di pertengahan tahun 2003 dari sebuah Universitas Negeri di Sumatra ternyata tidak membuat segalanya menjadi mudah. Saya bukanlah dari keluarga yang berada, sehingga untuk memperoleh impian saya  harus benar-benar bangun dengan jerih payah sendiri. Berbekal ijazah, saya yakin bisa menjadi harapan untuk orang tua dan keluarga. Akan tetapi nyatanya tidak. Gaji pertama yang saya peroleh hanya Rp.1.200.000,-. Setelah ditambah ini itu selama 3 tahun hanya tertambah dua kalinya, tapi harus mengorbankan seluruh waktu. Dalam benak, khayalan menjadi tumpuan keluarga tak mungkin terpenuhi kalau hanya menjalankan kehidupan seperti ini.

Dalam proses pembelajaran muncul ide-ide bisnis. Ketika bulan-bulan pertama menikah di tahun 2004 saya mencoba membuat usaha rumahan dengan modal kado hadiah kawinan yaitu kompor minyak tanah. Istri saya menggoreng kerupuk yang dibeli di pasar, dan dikemas sederhana kemudian saya distribusikan ke warung-warung sekitar juga rumah  makan. Lumayan, tapi capek. Karena dikerjakan sendiri. Ketika timbul ide untuk memperkerjakan saudara untuk membantu usaha, ternyata tidak ada yang bersedia. Akhirnya usaha pertama yang saya bangun tutup dengan sempurna. Tapi herannya tak ada kata gagal bagi saya..Muncul ide baru.
Karena lumayan suka mencoba resep kue, akhirnya muncul ide untuk memasarkan produk sederhana jajanan pasar ke kantin-kantin PT di Mukakuning. Diawali dari tempat kerja saya bekerja. Berjalan sempurna, tapi tetap saja capek karena hanya dikerjakan sendiri. Dalam masa pencarian saya menemukan sebuah buku yang cukup memukau. Rich Dad Poor Dad, benar-benar membuat saya lebih berani mengambil resiko. Sedikit pinjaman dari koperasi membuat saya mempunyai rumah makan kecil-kecilan di komplek perumahan tempat saya tinggal. Tapi hanya berusia dua bulan saja, karena saya memang tidak punya pengalaman di bidang itu, ditambah sudah ada saingan sehingga sulit untuk bersaing. Ketika itu saya mempunyai tiga karyawan dan satu koki. Untuk mengurangi kerugian, saya menjual sebagian harta peninggalan rumah makan. Cukup menyakitkan. Inilah kali pertama saya mengalami kerugian yang cukup besar untuk ukuran saya, 8 juta rupiah. Namun tak cukup sampai disitu. Saya yakin bahwa suatu saat saya pasti bisa menjadi seperti yang saya harapkan. Yaitu punya usaha dan bisa membantu orang sekitar terutama keluarga.

Saya menemukan ide baru lagi yang lebih fresh dan gila. Ini diilhami ketika saya membeli CD seminar motivasi melalui internet. Event Organizer. Itu muncul begitu saja. Saya berusaha mencaritahu apa EO sebenarnya melalui buku-buku dan internet. Saya ingin mendatangkan seorang motivator yang dikemas menjadi seminar yang eksklusif dan menarik. Melalui informasi beberapa teman, mereka merekomendasikan nama Jaya Setiabudi. Dengan cepat proposal seminar bersama Pak Jaya saya selesaikan. Itulah awal saya berkenalan dengan Pak Jaya. Diluar dugaan ternyata Pak Jaya sudah begitu seringnya memberikan seminar diwilayah Mukakuning. Namun  beliau menyarankan untuk memanggil Bob Sadino, pengusaha gaek yang tersohor itu. Dengan cepat no. telp Om Bob didapat. Dan saya langsung menghubungi beliau. Tapi dengan alasan kondisi yang tidak mengijinkan untuk bepergian keluar kota, maka saya mengundang Made Ngurah Bagiana pengusaha burger yang tumbuh dari bawah. Tapi tak cukup sampai disitu, saya menambah tantangan dengan mengundang Helmi Yahya sebagai pembicara utama. Tapi kenyataannya peserta tidak seperti yang saya harapkan. Saat itu saya mengalami kerugian yang sangat sangat besar untuk ukuran saya.

Lagi-lagi tak menyurutkan niat saya untuk berusaha. Malah kini saya benar-benar ingin fokus di bisnis, karena pada akhirnya saya berenti bekerja. Saya memang harus memutar otak agar bisa melanjutkan impian dan hidup. Ditambah saya telah punya bayi kecil. Akhirnya dalam rangka memperingati hari anak Indonesia saya mengangkat acara di salah satu Mall terkemuka di Batam. Dengan tema Ceria Anak Indonesia, saya menggandeng merk susu formula ternama sebagai co.partner. Dengan dasar bahwa susu formula tersebut mempunyai layanan customer care setiap bulannya, maka saya memanfaatkan itu sebagai sarana promosi saya yang paling efektif. Tanpa saya duga antusias ibu-ibu terhadap acara saya sangat besar, akhirnya ini awal pencerahan bagi saya. Ini usaha saya yang mendatangkan cukup banyak rupiah. Tawaran mengisi acara serupa selama beberapa waktu sempat menghampiri ada yang menguntungkan dan ada juga yang sepi peserta.

Muncul lagi ide berikutnya, terlahir karena saya selalu haus untuk menimba ilmu di bidang kewirausahaan akhirnya dengan bakat saya yang suka cuap-cuap di hadapan teman-teman di PT, saya memberanikan membuka entrepreneur course. Dengan biaya seadanya dan pinjaman ruko dari teman, usaha ini berjalan 3 bulan dengan coach saya sendiri. Ketika itu ide awal bisnis Kek pisang sudah muncul. Pemasaran masih di sekitar rumah saja. Karena antusias dari tetangga lumayan OK, saya memberanikan untuk memperluas pasar ke daerah Mukakuning. Dengan konsep kemitraan, produk saya bisa dinikmati pekerja di Mukakuning. Berjalan dengan waktu saya mulai merasakan prospek bisnis saya kali ini cukup bagus. Untuk itu sampai sekarang saya tetap focus pada bisnis Kek Pisang ini .

Awalnya dengan peralatan yang sangat sederhana saya dan istri memproduksi kek pisang ini . Dengan resep original saya yakin kek pisang ini bisa menjadi makanan yang banyak diminati berbagai lapisan masyarakat dan usia.Ternyata benar awalnya saya dan istri hanya memproduksi 3 loyang sehari dengan pemasaran  ke tetangga dan warung sekitar rumah. Dengan system kemitraan kek pisang saya melaju bak roket di kawasan Batamindo. Mulai dengan produksi dengan kapasitas oven yang sangat minim akhirnya saya bisa membeli oven yang bisa memuat 20 loyang ukuran 30x 10 cm setiap sekali pembakaran. Saya merekrut 1 orang karyawan untuk membantu produksi disamping saya sendiri juga turut bekerja, tapi karena permintaan cukup ramai akhirnya saya memutuskan untuk menambah 2 orang karyawan lagi dalam hitungan waktu 2 minggu. Semua dikerjakan di dalam rumah tempat tinggal saya yang bertipe 36. Enam bulan saya harus berbagi dengan tempat usaha, akhirnya dengan sedikit keuntungan dan pinjaman dari Bank, saya menyewa sebuah Ruko. Saat di ruko karyawan saya berjumlah 7 orang. Sistem kemitraan ini muncul dengan harapan pemasaran dari mulut ke mulut lebih efektif, sehingga mitra selalu berpromosi di lingkungan kerjanya dan sekitarnya. Saya memberikan fee Rp3000,- per kotaknya. Dalam waktu 6 bulan mitra saya mencapai 300 orang dengan wilayah kerja meliputi Batamindo, Tanjung Uncang, kawasan industri di Batam Centre. Selain itu saya juga menyiapkan bonus-bonus menarik apabila mitra berhasil mencapai target yaitu berupa uang tunai Rp.100rb untuk setiap penjualan 100 kotak. Hal ini dengan maksud supaya mitra terus giat mempromosikan produk saya, selain menambah pendapatan mitra tentunya.

Namun setelah berjalan setahun sistem kemitraan agak menurun ditambah bahan baku produksi meningkat tajam, akhirnya saya terpaksa melakukan revisi harga kek pisang. Dan ini tidak menguntungkan di pihak mitra, karena harga susah terjangkau dikalangan pekerja PT. Saya pun memutar otak bagaimana agar karyawan saya bisa tetap bekerja dan mendapat upah yang layak. Akhirnya terilham dari Batam yang tidak mempunyai Oleh-Oleh atau buah tangan. Saya mencoba menembus pasar dan memposisikan kek pisang saya sebagai buah tangan atau oleh-oleh yang harus dicari masyarakat yang ingin keluar kota. Bika ambon yang dari medan awalnya bukan makanan asli Medan, tapi karena dengan pembelajaran yang sempurna bika Ambon berhasil merebut hati wisatawan yang berkunjung ke Medan. Bika Ambon- nya Medan berhasil mengedukasi pasar, kenapa saya tidak..???

Saya mulai mempromosikan Kek Pisang saya sebagai sesuatu yang harus dibawa ketika meninggalkan Batam. Dengan Billboad, promosi di media, dll diharapkan produk saya bisa dikenal luas khususnya bagi masyarakat yang ingin meninggalkan kota Batam. Dengan perubahan misi ini, akhirnya produksi kek pisang saya kembali bergairah. Saya menambah 3 orang karyawan lagi untuk system delivery.

Melihat peluang yang cukup bagus, dan keunikan produk ini, saya memberanikan diri untuk membuka 3 cabang lagi di daerah Batam Centre, Nagoya, dan Penuin. Semua ini dengan bantuan dari pihak Bank yang telah mulai percaya kepada saya. Tantangan dan resiko yang saya ambil semakin besar. 3 outlet baru bisa saya buka dalam waktu 3 bulan. Belum genap sebulan sambutan pasar sangatlah bagus, untuk ukuran toko yang baru buka. Saya terus belajar melalui buku-buku dan media internet agar misi saya bisa diterima masyarakat. Hingga saat ini saya telah memiliki 6 outlet dan 85 karyawan. Saya optimis impian saya menjadi tumpuan hidup keluarga bisa terwujud. Karena sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin jika kita menggantungkan impian dan proses pembelajaran yang tak kenal lelah, semua yang kita impikan akan datang dihadapan kita. Di usia saya yang masih muda, 30 tahun saya yakin oleh-oleh khas Batam kek pisang Villa bisa melesat bak roket di Batam khususnya dan di Indonesia umumnya.Amiin?

Sumber :  http://wirausahamandiri.co.id
[ Read More ]

Posted by Bowo - - 0 komentar

Apa yang membuat sebuah perusahaan berhasil? 
Pengumpulan pendapat terbaru mengenai manajemen menghasilkan rating berikut :
1.   Sebuah prasangka terhadap tindakan lakukan, perbaikan, coba
2.   Bentuk sederhana dan staf sedikit
3.   Kontak yang berkesinambungan dengan konsumen
4.   Otonomi operasional untnk mendorong semangat usaha
5.   Tekanan pada nilai bisnis kunci
6.   Sikap BISA DILAKUKAN
7.   Komitmen untuk mencapai kepuasan konsumen
8.   Fleksibilitas dalam memenuhi permintaan khusus (dapatkah Anda mengirimkan hari ini’—“ya”, -“tidak”- “maaf”, truknya telah berangkat, terlalu sibuk”, dsb.)
9.   Tanggapan pada permintaan khusus
10. Hal-hal yang amat baik (outsome) jika diperlukan
11. Tempatkan hadiah pada jasa
12. Memonitor aktivitas pesaing
13. Menapak teknologi terbaru
14. Menjadi yang terbaik
15. Berpusat pada pelayanan konsumen

Mereka mungkin bisa juga akan menambahkan-‘tetaplah pada tema dasar’ atau ‘bisnis inti’ Jadilah yang paling lengkap

Buatlah bisnis Anda sebagai yang :
•  Paling seksama
•  Memiliki persediaan terbaik
•  Memliki profil tertinggi
•  Merupakan benchmark yang menjadi ukuran untuk bisnis saingan lain

Juga:
•  Jangan hidup mengikuti kriteria—ciptakan kriteria itu!
•  Desain produk Anda dengan lebih baik
•  Tampilkan dengan lebih baik
•  Sediakan instruksi yang lebih baik
•  Sediakan pendukung penjualan yang lebih baik


Manajemen Waktu


“Saya harap saya memperoleh waktu, untuk mengikuti Kursus Ma­najemen Waktu”
1.  Manajemen waktu memiliki tiga komponen—kebutuhan untuk :
•  prioritas yang mapan
•  menggunakan  penjadwalan atau pemrograman yang realitas
•  belajar membuat keputusan dasar dan bertindak sesuai keputasan tersebut

2.  Manajemen waktu yang efektif mengenai :
•  merencanakan dan menyusun prioritas
•  apa hal paling penting untuk dilakukan hari ini?
•  Apa yang harus dikerjakan hari ini?
•  Daftarkan sesuai urutannya dalam agenda harian atau selembar kertas
•  Dan kerjakan sesuai urutannya

3.  Mengelola prioritas
Klasifikasikan tugas-tugas dalam kelompok, seperti :

Kategori A—prioritas utama, memerlukan perhatian pribadi Anda
Kategori B—penting, namun bukan prioritas utama
Kategori Cdapat dikerjakan setelah selesai dengan kategori A dan B
Kategori D—delegasikan pada orang lain

4.  Banyak manajer bisnis kecil menganggap penting hal-hal :
•  Membuka surat
•  Mengerjakan pekerjaan sehubungan dengan kegiatan perbankan sehari-hari
•  Hal-hal ini merupakan bagian dari hal-hal biasa yang dapat dan sebaiknya didelegasikan pada seorang yang bertanggung jawab mengenai administrasi

5.  Alokasikan waktu rutin setiap hari untuk tugas-tugas tertentu, contohnya :
•  Rapat-rapat
•  Wawancara
•  Korespondensi
•  Percakapan telepon—masuk dan keluar

6.  Apakah Anda proaktif atau reaktif?
•  Apakah Anda menghabiskan waktu memadamkan api? (reaktif)
•  Atau mengisi waktu merencanakan dan mencapai target? (proaktif)

7.  Tetap terfokus
Tataplah pada tugas yang menjadi prioritas- jangan terkecoh menger­jakan hal lain
•  Tangani dokumen-dokumen sekali saja
•  Putuskan tindakan yang diminta dan bertindaklah menurut keputusan itu
•  Jangan menangani dokumen setiap hari selama berminggu-minggu


Keberhasilan adalah Mengenai Pengembangan Kualitas Pelayanan. Ini  menyangkut:

•  Dapat dipercaya
dapat diandalkan dan konsisten
•  Responsif
      berkemauan dan sigap
•  Kompeten
     keterampilan dan pengetahuan
Akses
      mudah dicapai
•  Sopan santun
      sopan, penuh perhatian, hormat , bersahabat
• Komunikasi
      mudah dimengerti dan dihubungi
• Kredibilitas
       jujur, dapat dan layak dipercaya
• Keamanan
      tidak berbahaya, berisiko, atau meragukan
• Pemahaman
       pengertian kebutuhan konsumen
• Nyata
      bukti dari pelayanan
•  Fokus, Fokus, Fokus
• Memenuhi Standar Kualitas Manajamen Total atau direncanakan untuk    Memenuhi Tuntutan Tersebut

 

Resiko


1.   Tertawa berisiko tampak bodoh.
2.   Mengisak berisiko tampak sentimentil.
3.   Merggapai orang lain berisiko keterlibatan.
4.   Mengekspersikan perasaan beresiko menampilkan diri Anda yang sebenarnnya.
5.   Hidup berisiko kematian
6.   Berharap beresiko patah harapan
7.   Mencoba berisiko gagal
8.   Namun resiko harus diambil karena bahaya terbesar dalam hidup adalah tidak memiliki resiko
9.   Dirantai oleh kepastiannya, ia adalah seorang budak : ia telah mengorbankan kebebasannya.
10. Hanya orang yang memiliki resikolah yang bebas.




Bagaimana Jika Kita Menaikkan Harga?


Banyak perusahaan menggunakan harga sebagai taktilk keberhasil­an. Mereka menurunkan harga untuk menyaingi harga pesaing. Ini dapat menjadi siklus ganas yang mengurangi margin keutungan semua perusahaan.

Bagaimana jika perusahaan menaikkan harganya?
Staf penjalan mungkin akan memprotes betapa banyak bisnis akan dirugikan secara nyata hanya dalam semalam karena tidak menggunakan harga yang mengikuti pola ‘saya juga’
Bayangkan sebuah kasus hipotesis saat produk dijual $100 dengan variabel biaya $75 dan dengan demikian memiliki kontribusi margin 25%. Manajemen ingin menaikkan harga sebanyak 15%, melawan protes keras seluruh staf penjualan yang meyakinkan bahwa volume penjualan akan jatuh. Manajer penjualan dipanggil oleh manajemen untuk menghitung berapa banyak bisnis yang hilang dengan kenaikan  harga yang diajukan, dan kemudian meminta tim penjualannya untuk menyediakan laporan perkiraan angkanya.
Pada saatnya, manajer penjualan menyampaikan manajemen bahwa rata-rata, volume penjualan akan jatuh sebanyak 22% dengan 15% kenaikan. Manajer memiliki angka untuk melakukan prakiraan sederhana.
Ia mengalikan harga (100). Dengan persentasi kenaikan harga (15) untuk hasil 1500. Ini dibagi persentase kontribusi (25). Ditambah persentase kenaikan harga (15), menghasilkan kenaikan harga hingga 40. Bagi 1500 dengan 40 dan hasilnya merupakan volume kehilangan kritis sebanyak 37,5%.
Jadi, penjualan akan turun sebesar 37,5% ; lebih dari perkiraan para staf penjualan, sebelum keuntungan dari kenaikan harga ini mencapai titik impas.
Ini berarti, penjualan perusahaan akan turun 37,5% sebelum keuntungan kenaikan harga itu mencapai titik impas.

RUMUSNYA ADALAH :
X = Penurunan atau kenaikan harga dalam persentase
C = Persentase kontribusi
100 kali X dibagi X + C = CVL ( critical volume loss = volume kehilangan kritis)
sebagai persamaan untuk mengukur kapan Anda ingin memotong harga,
100 kali X dibagi C  - X = CVG ( volume perolehan kritis)


Citra

Kesan pertama sangat penting dan benar-benar diperhitungkan. Citra macam apa yang telah atau akan diproyeksikan oleh perusahaan atau produk baru Anda? Cara penampilan dan citrra perusahaan dan pro­duk Anda dapat dan mungkin akan, memiliki efek yang penting dalam peningkatan penjualan.
- Apakah toko atau kios Anda memiliki KONSEP TOTAL?
- Bagaimana produk Anda dikemas?
- Dapatkah kemasan produk Anda diperbaiki
- Apakah bisnis anda memiliki brosur perusahaan yang menarik, yang dapat Anda berikan pada prospektif klien Anda?
- Apakah itu memaparkan pengalaman, ketrampilan, kualifikasi, produk, jasa, garansi, spesialisasi, fitur, keuntungan perusahaan Anda?

Pertimbangkan ini!

Saat-saat serang konsumen membuka surat atau menerima literaturr promosi dari  perushaan Anda :
•  Apakah itu ditampilkan secara baik pada kertas berkualitas dan tercetak baik?
•  Apakah perusahaan dan produk Anda terwakili secara baik?

Saat seorang konsumen menerima invoice dari perusahaan Anda :
•  Apakah mudah dibaca dan dimengerti?
•  Apakah itu mudah dikenali di timbunan invoice lainnya?
•  Apakah tampilannya mendorong konsumen untuk membayar?

Apakah Anda menggunakan daerah penerima tamu untuk :
•  Menonjolkan dan memajang produk perusahaan Anda
•  Memamerkan kualifikasi khusus
•  Memamerkan penghargaan perdagangan dan industri
•  Memajang literatur perusahaan

-  Apa yang Anda dapat dengan menghadirkan citra yang lebih baik?
- Berapa yang harus Anda keluarkan untuk menghadirkan citra yangl ebih baik?

 

Pelajaran Dari Masa Lalu


Ini tahun 1973, apa yang akan Anda investasikan? Maukah penanam modal mendukung ide Anda?
•  Toko komputer pribadi
•  Tempat sampah plastik beroda
•  Minuman botol
• Warung telekomunikasi
•  Bengkel
•  Bengkel spesialis
•  Bisnis franchise

Mengapa ide-ide di atas berhasil?
•  Fokus, nengidentifikasi kebutuhan pasar, da menyediakan kebutuhan itu dalam bentuk yang diterima konsumen
• Benang merah semua bisnis ini adalah beroperasi dalam produk spesialis yang dihantarkan dengan baik dan mudah diakses



Audit Pemasaran


Kuesioner awal
Anda sebenarnya ada dalam bisnis apa?
•  Apa sasaran bisnis Anda?
•  Apa sasaran pribadi Anda?
•  Aria kekuatan bisnis Anda’
•  Apa kelemahannya?
•  Apa kesempatan yang dimilikinya?
•  Apa ancaman yang ada sekarang dan di masa depan?
•  Apakah bisnis Anda musiman?
•  Apakah Anda menindaklanjuti konsumen dengan menanyakan apakah mereka cukup puas?
•  Berapa penjualan rata-rata Anda sehari-hari?
•  Apakah ada produk yang secara menonjol lebih mengun­tungkan dari yang lain?
•  Apakah ada produk yang secara menonjol kurang mengun­tungkan?
•  Apa isu kritis yang sekarang ini mempengaruhi bisnis Anda?
•  Periklanan?
• Promosi?
• Distribusi?
•  Pelayanan apa yang akan menjadi keuntungan khusus?
   
Apa yang membuat Anda kompetitif?
•  Posisi?
•  Harga?
•  Perhatian?
•  Kualitas?
•  Keunikan?
•  Pengalaman?
•  Kontak?
•  Jangka waktu pembayaran?
•  Garansi?

Pertimbangan lain :
•  Apa yang mernbuat para pesaing Anda menonjol?
•  Siapa yang memerlukan Anda?
•  Bagaimana konsumen menilai Anda?
•  Bagaimana konsumen menilai para pesaing Anda?
•  Apakah Anda menawarkan potongan harga?
•  Apakah produk baru yang dapat Anda tawarkan? Apa saja?







Periklanan —10 butir Kiat


•  Apa yang Anda iklankan?
•  Apa yang seharusnya menjadi pesan sentral?
•  Apakah iklan kooperatifnya sesuai?
•  Haruskah anda menggunakan iklan yang sama di semua media?
•  Apakah iklan itu menarik dan menahan perhatian?
•  Apakah iklan itu memiliki headline yang menarik?
•  BARU, GRATIS adalah kak-kata yang bagus untuk digu­nakan pada salinan Anda.
•  Beberapa foto dan garnhar menambah daya tarik.
•  Pemilihan media sangat penting.
•  Promosi integral apa yang dapat Anda lakukan sabagai pendukung?

Aturan lama
Kontak terbaik dengan pembeli potensial adalah kontak personal.

Aturan Baru
Kontak terbaik dengan pembeli adalah kontak yang efektif.

Inovasi
Inovasi yang membuat perubahan pada struktur industri efektif khususnya jika industri jika industri dan pasarnya di’dominasi oleh satu pro­dusen atau supplier yang sangat besar, atau oleh hanya sedikit produsen saja. Bahkan jika bukan benar-benar merupakan monopoli, produsen dan supplier besar dan dominan ini telah mengalami sukses dan tak tertandingi selama bertahun-tahun, cenderung menjadi arogan.

 

Di mana Anda Akan Bertemu?


Anda akan pergi ke kota yang asing dan baru untuk menemui orang­-orang, untuk pertama kalinya, yang tertarik untuk berbisnis dengan Anda.

Sebagai seorang pengusaha, seperti biasa, Anda memiliki sedikit uang dan tidak mampu menginap di hotel bintang lima—tingga Anda menginap di sebuah motel murah di daerah pinggiran.

Orang-orang yang akan Anda temuii untuk pertama kalinya bisa jadi sangat penting untuk bisnis Anda dan merupakan keharusan bagi Anda untuk membawakan ‘kesan yang tepat’ pada pertemuan ini. Jelaslah bahwa orang-orang yang akan Anda temui juga akan meng­ukur Anda, dan akan meninggalkan pertemuan kali ini dengan me­nyimpan kesan yang baru saja didapat.
[ Read More ]