KENAPA HUTAN HUJAN DIRUSAK?
Setiap tahun suatu wilayah hutan hujan seukuran New Jersey ditebangi dan dirusak. Tanaman
dan hewan yang biasa hidup di hutan-hutan ini, kalau tidak mati, harus mencari hutan baru untuk
tinggal. Kenapa hutan hujan ini dihancurkan?
Manusia adalah penyebab utama hilangnya hutan. Manusia menebangi hutan hujan dengan
banyak alasan, termasuk:
+ kayu untuk bangunan dan kayu untuk membuat api;
+ agrikultur untuk pertanian kecil maupun besar;
+ tanah untuk petani miskin yang tidak punya tempat lain untuk tinggal;
+ tanah berumput untuk memberi makan ternak;
+ pembangunan jalan
PENEBANGAN KAYU DI HUTAN HUJAN
Salah satu sebab utama perusakan hutan hujan adalah penebangan hutan. Banyak tipe kayu
yang digunakan untuk perabotan, lantai, dan konstruksi diambil dari hutan tropis di Afrika, Asia,
dan Amerika Selatan. Dengan membeli produk kayu tertentu, orang-orang di daerah seperti
Amerika Serikat secara langsung membantu perusakan hutan hujan.
Walau penebangan hutan dapat dilakukan dalam aturan tertentu yang mengurangi kerusakan
lingkungan, kebanyakan penebangan hutan di hutan hujan sangat merusak. Pohon-pohon besar
ditebangi dan diseret sepanjang hutan, sementara jalan akses yang terbuka membuat para
petani miskin mengubah hutan menjadi lahan pertanian. Di Afrika para pekerja penebang hutan
menggantungkan diri pada hewan-hewan sekitar untuk mendapatkan protein. Mereka memburu
hewan-hewan liar seperti gorila, kijang, dan simpanse untuk dimakan.
Penelitian telah menemukan bahwa jumlah spesies yang ditemukan di hutan hujan yang telah
ditebang jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah yang ditemukan di hutan hujan utama
yang belum tersentuh. Banyak hewan di hutan hujan tidak dapat bertahan hidup dengan
berubahnya lingkungan sekitar.
Penduduk lokal biasanya bergantung pada penebangan hutan di hutan hujan untuk kayu bakar
dan bahan bangunan. Pada masa lalu, praktek-praktek semacam itu biasanya tidak terlalu
merusak ekosistem. Bagaimanapun, saat ini wilayah dengan populasi manusia yang besar,
curamnya peningkatan jumlah orang yang menebangi pohon di suatu wilayah hutan hujan bisa
jadi sangat merusak. Sebagai contoh, beberapa wilayah di hutan-hutan di sekitar kamp-kamp
pengungsian di Afrika Tengah (Rwanda dan Congo) benar-benar telah kehilangan seluruh
pohonnya.